Rabu, 09 Januari 2013

Kitaran Pameran Seni Rupa Persembahan Mahasiswa S2 ITB

Avitia Nurmatari - detik Bandung - Mahasiswa Master (S2) Seni Rupa Institut Teknologi Bandung (ITB) memamerkan karya-karya seninya di Gedung Indonesia Menggugat (GIM), Jalan Perintis Kemerdekaan, Bandung. Pameran bertajuk "Kitaran" ini digelar mulai 7 hingga 13 Januari 2013 mendatangPameran yang diikuti oleh Kireina Windiah, Nomas Kurnia, Nugroho Prio Utomo, Patriot Mukmin, Theo Frits Hutabarat, Anita Yustisia, Aulia Ibrahim Yeru, Esra Oesen, Fransisca Retno, Ferri Agustian S, Firman Panji dan lainnya ini menyajikan karya lukisan hingga instalasi.

Salah satunya karya Patriot Mukmin. Ia mengeksplorasi lukisan tiga penampang dalam satu bingkai. Seperti dalam karya yang bertajuk 'Sakala', ia melukis dengan cat minyak di atas kanvas 280x100 cm 2013. Melalui karyanya Ia mencoba mencari poin-poin estetiknya, soal kemungkinan imej yang bisa diaplikasikan dan sejauh mana pengaruh teks yang dibubuhkannya.

Karya lain yang menarik adalah milik Theo Frids Hutabarat. Ia menghadirkan sebuah karya visual yang mengejutkan lewat proyek video ke atas kanvas berukuran 185x140 cm. Karya bertajuk Abstracting History itu menghabiskan waktu 22:26 menit.

Kurator pameran, Rumi Siddharta, menjelaskan, pameran tersebut bagian dari tugas mahasiswa master Seni Rupa ITB. Pada semester pertama mahasiswa digodok mengenai ide-ide, lalu semester kedua mahsiswa diminta membuat karya dan kini di semester ketiga mereka harus memamerkan karyanya di ruang publik.

"Ini penugasan sebelum tahun depan membuat tugas akhir," katanya kepada detikbandung.

Persiapan pameran sendiri berlangsung 6 bulan. Saat persiapan, mahasiswa ada yang melakukan riset sebelum mulai membuat karya. Karya tersebut di antaranya Ivana Stojakovic, mahasiswa ITB asal Serbia, yang menyajikan instalasi sepeda, Paramitha Citta Prabaswara yang merancang jam dinding klasik berjudul "Hope", dan lain-lain. (avi/ern)

Rabu, 09/01/2013 07:14 WIB
Avitia Nurmatari - detikBandung


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar