Sabtu, 17 September 2011

GURU SENI BUDAYA BLOG: KELEBIHAN DAN KEKURANGAN METODE CERAMAH by Slamet Priyadi

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN METODE CERAMAH by Slamet Priyadi

Mengajar dengan metode cerama
MINGGU, 17 SEPT.'11- GURU SENI BUDAYA BLOG - Metode ceramah merupakan cara penyajian materi pembelajaran melalui penuturan secara lisan. Dalam arti, penjelasan langsung kepada sekelompok siswa di kelas. Metode ceramah ini sampai sekarang masih sering, dan acapkali digunakan oleh para guru dan para instruktur dalam menyampai materi pembelajara. Hal ini oleh karena guru biasanya belum merasa puas jika dalam mengelola pembelajaran tidak melalukan ceramah.

Begitu pula dengan para siswa, pada umumnya mereka masih terbiasa dengan dengan metode ini, sehingga mereka beranggapan ada guru berceramah di kelas berarti ada pelajaran, tidak ada guru berceramah di kelas berarti tidak ada pelajaran. Metode ceramah adalah salah satu cara dalam mengimplementasikan strategi pembelajaran ekspositori.

a. Kelebihan dan kelemahan metode ceramah
Ada beberapa alasan mengapa metode ceramah sering digunakan. Alasan ini sekaligus merupakan keunggulan metode ini.

1) Ceramah merupakan metode yang murah dan mudah untuk dilakukan. Murah dalam arti, proses ceramah tidak memerlukan peralatan dan perlengkapan yang rumit seperti pada metode demonstrasi atau peragaan. Sedangkan mudah berarti ceramah hanya mengandalkan suara guru.

2) Ceramah dapat menjangkau penyajian materi pembelajaran yang lebih luas. Ini berarti banyak materi pembelajaran yang dapat dirangkum dan dijelaskan pokok-pokoknya saja oleh guru dalam waktu singkat.

3) Ceramah dapat terfokus hanya pada pokok-pokok materi inti. Dalam arti, guru dapat mengatur pada materi mana yang menjadi prioritas sesuai dengan kebutuhan dan tujuan indicator yang ingin dicapai.

4) Dengan metode ceramah, guru dapat memantau keadaan kelas, karena kelas sepenuhnya menjadi tanggung jawabnya saat menyampaikan materi pembelajaran.

5) Dengan metode ceramah pengorganisasian kelas menjadi lebih sederhana dan praktis, oleh karena tidak membutuhkan persiapan-persiapan yang macam-macam. Asal kan siswa dapat menempati posisi tempat duduknya dan mendengarkan materi pembelajaran yang disampaikan guru, itu sudahlah cukup.

Adapun kelemahan-kelemahan metode ceramah ini, antara lain:

1) Materi yang dikuasai siswa terbatas hanya pada apa yang telah dikuasai dan disampaikan guru. Ini merupakan kelemahan yang paling dominan pada metode ceramah, oleh karena apa yang telah disampaikan guru itulah yang diperolehnya dan dikuasainya.

2) Penyampaikan ceramah yang tidak dibarengi dengan peragaan dan contoh-contoh hanya bersifat verbalistik dan menbosankan. Ini merupakan kelemahan yang dimiliki metode ceramah, karena guru dalam penyajiannya hanya mengandalkan bahasa verbal sedangkan siswa hanya mengandalkan kemampuan auditifnya. Di sisi lain kemampuan siswa secara auditif berbeda-beda, termasuk dalam menangkap materi pembelajaran melalui pendengaran.

3) Kemampuan guru berbicara dan bertutur kata-kata yang tidak baik, acap kali menjemukan dan membosankan siswa, sehingga siswa menjadi tidak memperhatikan materi pembelajaran, mengantuk atau mengobrol dengan teman sebangkunya. Jika mereka diam akan tetapi pikirannya kemana-mana sebab tidak mengerti dengan apa yang disampaikan guru sebab penyampainnya tidak menarik.

4) Dengan metode ceramah, sangat sukar untuk mengetahui apakah siswa sudah mengerti dan sudah memahami dengan apa yang telah disampaikan guru. Ketika guru mengadakan pertanyaan pada umumnya lebih banyak yang diam dan tidak menjawab pertanyaan, meskipun tentu tidak semua siswa seperti itu. (Referensi: “BAHAN AJAR PENDIDIKAN DAN LATIHAN PROFESI GURU” – UHAMKA 2009)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar